Semangat Dan Cinta Yang Membara
Di antara garis pemisah ini
Ku lepaskan pandangan mata
Ku iringkan pandangan hati
Agar perhitunganku tidak kesasaran
Aku diberi dua mata
Aku dikurnia lidah dan dua bibir
Dan Aku dibentangkan dua jalan
Kiri dan kanan untukku susur
Akal nikmatku moga tak kufur
Setelah lama di jalan mudah ini
Kini aku lalui jalan yang mendaki
Lurah dituruni,, hutan diredahi
Aku berperang seorang diri
Peperangan yang terhebat tiap insan
Pertarungan yang terpaksa dilalui
Oleh jiwa yang tak ingin tersasar
Agar hati tidak lagi diragui
Makin aku hambat, makin ia datang
Ku tutupi segenap celah dan lubang
Tapi berjaya ditembus diserang
Membuatkan aku terus berperang
Laksana Zulkarnaen membina tembok
Ku intai tiap ruang antara pembahagi
Kupastikan tiada celah tersembunyi
Agara tiada bisikan membayangi
Tembok waja impianku pasti
Semakin hari semakin teguh
Walau diuji citaku takkan goyah
Walau ditusuk sembilu tajam hingga bernanah
Semangat panji hitamku semakin utuh
Tika diuji lumrahku terasa
Tapi bekalMU tidak ku tinggalkan
Bersamamu kasih teguh ku rasa
Menuju ke sana bersama beriringan
Ku hebahkan semangat ini
Ku laungkan panji ini
Ku pacak tanpa digoyangi
Berdiri teguh melambai-lambai
Menyentuh hati agar berseri
BersamaNYA ada ketenangan
BersamaNYA aku rasakan damai
BersamaNYA hariku indah kian terasa
Bersamanya aku kepadaNYA
Untukmu pejuangku…
Kasih sayangmu membawa aku ke sini
Cinta tulusmu membuat aku begini
Terima Kasih kerana sentiasa di sisi
Bersama kita menuju padaNYA
Untukmu permataku…
Kasih sayangmu peneman hariku
Tiada sepi datang berlagu
Yang ada hanya…rindu
p/s-Ibu cayang Oya dan Oyie…cangat-cangat.

























Posted
on
Tuesday, April 29th, 2008 at 6:22 am under


Cahaya mata pemberian Allah,
Diberi sepasang sebagai pengajaran,
Menilai diri mensyukuri anugerah,
Agar tetap teguh dalam perjuangan
Semangat Samarkand meresapi diri,
April 29th, 2008 at 7:57 amSemakin tertekan iman makin terbukti,
Kebangkitan Islam bermula dalam diri,
Sucikan diri dari segala penyakit hati