22 May

Sepurnama Nan Berlalu

Dalam titian meneguhkan kasih
Onak dan duri aku tempuhi
Demi mahuku buktikan
Kumiliki cinta yang suci

Bukan zahirmu aku menilai
Hanya tulusmu kuselubungi hati
Kerna kita lalui sejarah yang sama
Membawa kenal erti kehidupan

Ku kejar dirimu melalui KasihNya
Agar masa tidak dipersia
Biar dugaan menempuh jiwa
Ketabahan ini membaluti diri

Kini sepurnama telah berlalu
Ia pergi meninggalkan diriku
Alunan kasih bagai tak kesampaian
Memusnahkan segala impian

Tiada daya kutolak takdirNya
Yang ditentukan adalah kenyataan
Namun akan ku terus menanti
Walau hadirmu sekadar mimpi

Apakah ini mainan perasaan
Setelah berputik namun ditinggalkan
Apakah masih ada sinar harapan
Untuk bersama kecapi kebahagiaan

Bookmark Artikel Ini:These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • blinkbits
  • blogmarks
  • co.mments
  • BlinkList
  • connotea
  • del.icio.us
  • De.lirio.us
  • digg
  • Shadows
  • RawSugar
  • NewsVine
  • Reddit
  • scuttle
  • feedmelinks
  • Furl
  • LinkaGoGo
  • Ma.gnolia
  • Smarking

2 Responses to “Sepurnama Nan Berlalu”

  1. Ujang Says:

    Ya, jangan permainkan perasaan orang…hiduplah dengan mencari kebahagiaan…apakah keikhlasan itu tidak mempunyai nilai?

  2. Adila Says:

    Hati bukan barang dagangan dan barang mainan…

    Sebelum melukakan, fikirkan rasa yang sama pada diri kita sendiri.

    Sebelum menerima, iringkan dengan keikhlasan dan fikirkan dengan sewajarnya. Keterpaksaan bukan jalan terbaik, malah memudaratkan diri kita sendiri…

Leave a Reply