Bukan Niatku…
Sayang,
Bukan niatku untuk memilukan hatimu
Tapi untuk melatih diri untuk bersedia
Bersedia menghadapi saat yang pasti
Sayang,
Bukan niatku untuk menyentuh sedihmu
Namun supaya kita bersedia menghadapi
Saat panggilan mengadap Ilahi
Sayang,
Telah kita nafkahkan hidup untuk perjuangan
Kibaran panji hitam sebagai tanda permulaan
Sebuah perjuangan yang memerlukan ketabahan
Sayang,
Perjuang memerlukan keberanian
Hanya yang berani sahaja sanggup melakukannya
Jika berdusta sudah pasti kita berpaling pergi
Sayang,
Adat dalam peperangan jihad
Sama ada aku akan pulang membawa kemenangan
Atau aku akan pulang ke rahmatullah
Sayang,
Janganlah kau tangisi jika aku dipanggil pergi
Percayalah, semangatku akan terus menemani
Biarpun jasadku telah dikebumi
Sayang,
Janganlah kau bermuram durja
Kita telah memilih jalan hidup untukNya
Dan jalan ini untuk menuju pintu bahagia
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At Tahrim: ayat 6)

























Posted
on
Saturday, September 13th, 2008 at 9:33 pm under


Kematian adalah sesuatu yang pasti….
Walau kita takut, walau kita tak bersedia…ia ietap akan hadir dan tiba bila menjelang saatnya.
Kekadang satu kematian itu Allah bagi tanda-tandaNya bagi mereka yang berfikir. Tapi ada juga tanda-tanda yang diberi itu tak kita sedari sehinggalah orang itu dah pergi barulah kita terfikirkan perangai pelik si arwah sejak dua menjak sebelum kematiannya.
Kematian bukan untuk ditangisi…tapi untuk diiringi dengan doa.
Memang betul, tapi hati dan perasaan bukan boleh didustai. Berjauhan selamanya dengan insan yang selama ini menemani kita adalah ujian getir yang paling hebat. Hati mana tak terusik, jiwa mana tak menangis?
Semoga kematian itu tidak diratap sehingga berlebihan. Allah tidak suka pada sesuatu yang melampau…
September 14th, 2008 at 9:12 amJika kita banyak meluangkan masa dengan orang tersayang dan membuat yang terbaik untuknya, jika dia pergi menemui Allah, kita tidak akan merasa sedih dan menyesal.
Anak-anak yang jarang jenguk ibubapanya di kampung, bila saat pemergian ibubapa itu, pasti akan rasa sedih dan menyesal. Ketika itu baru terfikir, “kenapalah aku tidak selalu jenguk mereka dan berbakti kepada mereka sementara ada”.
Begitu juga jika kita hidup dengan memberi kebaikan dan manfaat kepada orang lain, bila hendak mati nanti, kita tidak menyesal akan masa hidup kita. Orang yang hidup secara sia-sia pasti akan menyessal ketika menemui mati.
Hiduplah dengan mencipta sesuatu yang memberi manfaat kepada orang lain.
September 14th, 2008 at 11:42 am