05 Sep
Waktu Itu Hingga Kini
Menuruni lembah di daerah keinsanan
Mendaki gunung tapa ke puncak awan
Bibit sinar seri luas pandangan
Disulam kicau unggas susur berterbangan
Lambaian si hitam diterpa bayu
Hingar gempita susup sembunyi
Sedetik waktu langkah berlalu
Tinta tercatat genggam makrifat
Awan mendung terlakar suram
Bagai mengerti luka di hati
Bersama angin terkapai harapan
Gelora menggulung pantai menanti
Bisa meresap menyaluri ruang
Tanpa penghalang menuju pulang
Lembaran putih memeluk jasad
Tertutup kamus tinggal kenangan

























Posted
on
Friday, September 5th, 2008 at 10:15 pm under


Dua Tiga Juadah Berbuka
September 6th, 2008 at 5:15 amMana Nak Sama Hari-Hari
Dua Tiga Sudah Berduka
Kena Posa Sebulan Berhari-Hari.
Juadah berbuka masih ada
Waktu bersahur tak lalu makan
Suka dan duka lumrah biasa
Itulah nama sebuah kehidupan

September 6th, 2008 at 5:51 amBeli juadah jangan melebihi
September 6th, 2008 at 7:31 amCukup sekadar keperluan diri
Ujian Allah tak Akan berhenti
Sampai dijemput di sana menanti